Sunday, 7 April 2013

Melegalkan Bawang Ilegal




PEMERINTAH lagi-lagi melakoni kebijakan instan dalam urusan bawang. Solusi yang diambil sangat praktis, tidak strategis. Kebijakan instan pertama ialah mengimpor bawang untuk mengatasi keterbatasan pasokan bawang di dalam negeri. Kebijakan berikutnya ialah melepaskan bawang impor illegal untuk menurunkan harga  bawang yang sebelumnya melonjak hebat.Pada peraturan Menteri Pertanian tentang RIPH yang di tetapkan 24 Septemer 2010, terdapat celah untuk mendatangkan barang meski importer belum memiliki RIPH dan SPI. Pemerintah memberikan waktu 14 hari kepada importir untuk melengkapi dokumen saat barang masih tertahan di pelabuhan.
Ketika sanksi reekspor juga tidak mudah di lakukan, barang illegal itu pun makin berpotensi bocor. Terlebih, penyelundupan barang seperti itu bukan hal sulit di Tanah Air. Baru-baru ini terungkap 40 kontainer bawang putih illegal masuk Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta. Hanya dalam waktu dua hari, Sembilan di antaranya sudah lolos ke pasar.Namun, solusi untuk kestabilan harga bawang putih dan produk hortikultura serupa serupa tidak cukup mengandalkan peraturan impor dari dua kementrian. Seperti dikatakan pengamat ekonomi indef, Enny Sri Hartati, gejolak harga bawang di dalam negeri merupakan hal yang sudah didesain.

SUMBER : MEDIA INDONESIA, EDISI KAMIS, 21 MARET 2013, HAL 7

Saturday, 23 March 2013

KPK Tangkap Hakim Suap


JAKARTA Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan hakim Setyabudi Tejocah yono.Hakim yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung itu tertangkap tangan menerima uang oleh seseorang berinisial A. Dia ditangkap bersama barang bukti uang sejumlah Rp150 juta. Penangkapan dilakukan oleh penyidik KPK di ruang kerja Setyabudi di PN Bandung Jalan RE Martadinata.
Atas penangkapan itu, Hakim Setyabudi dan sosok berinisial A langsung digelandang ke gedung KPK Jakarta.Selain dua orang tersebut, KPK juga menangkap dua pegawai Pemkot Bandung berinisial HNT (dikabarkan Plt Kadispenda) dan  PPG (diduga bendahara Dispenda). Tak ketinggalan, seorang satpam yang masih belum diketahui namanya ikut dibawa KPK dari PN Bandung.
Saat ini, KPK masih terus menggali berbagai informasi dari para terperiksa. Sebab, institusi pimpinan Abraham Samad itu masih mencari siapa pemberi uang tersebut. Apalagi, status A yang memberikan uang kepada Hakim Setyabudi diketahui hanya sebagai pembawa pesan.

Fakta lainnya, di mobil To
yota Avanza berwarna biru yang dikendarai A masih tersimpan uang lagi. Apakah uang itu untuk hakim lain atau untuk orang lain, Johan mengaku belum tahu pasti.
Dugaan awal, uang tersebut diduga terkait dengan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemkot Bandung yang ditangani PN Bandung. Jika itu benar, berarti vonis ringan yang dijatuhkan Setyabudi karena ada kepentingan tertentu. Apalagi, dia yang menjadi  Ketua Majelis Hakim saat menyidangkan tujuh terdakwa.

Ketujuh terdakwa itu ialah ajudan Sekretaris Daerah Luthfan Barkah, ajudan Wali Kota Bandung Yanos Septadi, eks Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah Kota Bandung Rochman dan Kepala Bagian Tata Usaha Uus Ruslan, Staf Keuangan Pemkot Bandung Firman Himawan, Kuasa Bendahara Umum Havid Kurnia, dan Ahmad Mulyana.
Informasi yang dihimpun, perkara itu diputus Setyabudi cukup ringan meski merugikan Negara Rp66,6 miliar. Masing-masing terdakwa dikurung selama 1 tahun dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan. Di samping itu, ketujuh terdakwa juga diperintahkan membayar denda Rp9,4 miliar.
Apalagi, jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa sebelumnya. Saat itu, jaksa menuntut masingmasing terdakwa dengan pidana tiga tahun penjara serta denda Rp100 juta. Khusus untuk Rochman, jaksa menuntut empat tahun penjara dan denda Rp100 juta. Namun, semua itu pupus karena sang pengadil telah menerima suap.
Ketua Muda Bidang Pengawasan MA, Timur Manurung yang ikut hadir di KPK menyebut penangkapan ini sebagai warning. Agar para hakim lainnya bisa memegang integritas dan tak lagi tergoda berbuat nakal. Dia memastikan bakal terus menyampaikan informasi kepada KPK agar dilakukan penangkapan.

sumber: dari koran Radar Bogor terbitan
Minggu, 17 Maret 2013


Sunday, 23 December 2012

Faktor Demografi yang Dapat Mempengaruhi Seseorang Dalam Memiliki Handphone Blackberry


Di era globalisasi sekarang kecanggihan teknologi dapat kita jumpai di lingkungan apa pun khususnya untuk kecanggihan telepon genggam yang saat ini digunakan oleh anak kecil hingga orang dewasa  sangat mengenal gadget yang satu ini.telepon gemgam digunakan sebagai  alat komunikasi dan sebagai alat penunjang kebutuhan manusia dalam situasi apa pun sesuai kebutuhan tersendiri. Dalam suatu lingkungan, seseorang dapat menjumpai yang namanya tren. Apalagi kita orang Indonesia yang katanya menjadi salah satu negara pengkonsumsi terbesar di dunia. Contohnya  seperti produk BlackBerry yang melimpah di pasaran Indonesia karena memiliki keunggulan pada cara berkomunikasinya kesesama pengguna dengan hanya memiliki aplikasi yang disebut BBM. Pengguna Blackberry di Indonesia kian hari semakin bertambah. Namun, kebanyakan dari mereka ternyata menggunakan Blackberry hanya untuk kepentingan lifestyle. berkaitan tentang identitas remaja, Blackberry kini sabagai simbolisasi atau ciri khas yang mewakili citra yang ada di diri kita sendiri.Dilihat dari jenis kelamin pemilihan handpone Blackberry sangat berpengaruh,seperti wanita cenderung memilih handpone sesuai tren dan kebutuhan pribadinya,suka karna produk dilihat dari bentuknya yang simpel,warna sesuai keinginan,sedangkan laki-laki biasanya cari warna yang cenderung gelap dan memiliki aplikasi banyak seperti permainan. Dilihat dari umur pemakaian Blackberry dari anak SD jaman sekarang sudah mulai bisa menggunakan Blackberry apalagi orang dewasa dia lebih memilih Blackberry untuk kepentingan pribadi yaitu bersosialisasi dengan lingkungannya contoh : BBM an,Facebook an,twiteran dll,kepentingan kuliah atau pekerjaan yang harus menggunakan media internet untuk browsing,

Saturday, 13 October 2012

Tugas Perilaku Konsumen


Nama: Putri Wulan Eka G.W
Kelas: 3EA03
Npm:15210470
Tugas: Perilaku Konsumen

SEGMENTASI PASAR
I.PENDAHULUAN
Latar Belakang
Segmentasi pasar merupakan dua konsep yang saling mengisi satu dengan lainnya.tanpa pasar yang beranekaragamyang terdiri dari berbagai macam orang dan latar belakang,Negara asal,kepentingan,kebutuhan,keinginan yang berbeda  serta perkembangan jaman sekarang yang semakin pesat untuk bisa mengadakan segmentasi pasar. Sehingga Segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai proses membagi pasar menjadi irisan-irisan konsumen yang khas yang mempunyai kebutuhan atau sifat yang sama dan kemudian memilih satu atau lebih segmen yang akan dijadikan sasaran bauran pemasaran yang berbeda.

II.TEORI DAN PEMBAHASAN
Definisi Segmentasi Pasar
Manajemen Pemasaran. Definisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar / market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogeny
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri.
Segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu:
  1. Membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang homogen.
  2. Memilih satu segmen atau lebih yang dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus untuk setiap segmen yang berbeda.
  3. Menentukan product positioning (posisi produk) sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing lainnya.

Segmentasi pasar banyak digunakan oleh para pelaku bisnis, diantaranya:
  • Para pemasar, karena strategi segmentasi pasar menguntungkan kedua belah pihak di pasar, para pemasar barabg-barang konsumen menjadi bergairah untuk melaksanakannya.
  • Para pengecer, contohnya The Gap membidik berbagai segmen umur, pendapatan, dan gaya hidup di berbagai toko eceran yang berbeda.
  • Hotel-hotel, membagi pasar mereka dan menargetkan jaringan hotel yang berbeda ke segmen pasar yang berbeda.
  • Perusahaan manufaktur industry, membagi pasar-pasar mereka, seperti yang dilakukan organisasi nirlaba dan media.
  • Badan-badan amal, seperti Palang Merah memfokuskan usaha-usaha pengumpulan dana pada “para penyumbang besar”.
  • Beberapa Pusat Seni Drama, Musik, dan Seni Tari, membagi para pelanggan atas dasar pencarian manfaat dan telah berhasil meningkatkan pengunjung melalui daya tarik promosi khusus.
Studi segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok.
Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:
  1. Menutup kesenjangan produk,
  2. Mengenali media yang paling cocok untuk menempatkan iklan,
  3. Menentukan karakteristik pemirsa dan pendengar serta mengumumkan temuan-temuan untuk menarik para pemasang iklan yang mencari pendengar yang serupa.

DASAR SEGMENTASI PASAR

1. Segmentasi Geografis
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.

2. Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain:
  • Usia,
  • Gender (jenis kelamin),
  • Status perkawinan,
  • Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

3. Segmentasi Psikologis
Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.

4. Segmentasi Psikografis
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

5. Segmentasi Sosial Budaya
Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar.

6. Segmentasi Terkait Pemakaian
Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus.

7. Segmentasi Situasi Pemakaian
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.

8. Segmentasi Manfaat
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.

9. Segmentasi Gabungan
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:
·         Profil Psikografis-Demografis
Profil psikografis dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama.
·         Segmentasi Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi yang sama.
·         VALS 2
System VALS secara lebih tegas memfokuskan pada usaha menjelaskan perilaku membeli konsumen.

KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF
Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:
  1. Dapat diidentifikasi,
  2. Mencukupi (dari sudut ukuran),
  3. Stabil atau bertumbuh,
  4. Dapat dimasuki (dapat dijangkau) dari sudut media maupun biaya.
 III.KESIMPULAN
Dengan adanya segmentasi pasar produsen dapat melakukan:
1.       menentukan target beberapa segmen dengan menggunakan bauran pemasaran individual.
2.       menentukan target hanya satu segmen dengan satu bauran pemasaran unik.
3.       usaha untuk mengetahui kebutuhan yang lebih umum dan karakteristik konsumen yang akan diterapkan kepada anggota dua segmen atau lebih, dan menggabungkan kembali segmen-segmen itu ke dalam satu segmen yang lebih luas

IV.REFERENSI